Senin, 06 April 2020

BNI Cabang Ambon Berhasil Melaksanakan MOU Bersama Polda Maluku

Sumber: google.com


Penandatanganan MOU telah berhasil dilakukan antara Polda Maluku dengan Pimpinan BNI Ambon di Rupattama Polda Maluku, rabu (2/8/2017).

Melansir dari laman tibratanews.polri, pelaksanaan penandatanganan tersebut dilakukan oleh Polda Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Deden Juhara. Yang saat itu juga didampingi Waka Polda Maluku Brigjen Pol. Drs. Daniel Pasaribu dan Drs. M. Rubani, A.,k, M. M. (Ka BNI Makassar).

Sedangkan dari pihak BNI Ambon dilakukan oleh Ibu Dionne.E.E. Lamongan dan disaksikan oleh Para pejabat yang hadir, jelas Kabid Humas Polda Maluku AKBP. A.R. Tatuh.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menyatakan bahwa pelaksanaan penandatanganan MOU ini merupakan tindak lanjut yang telah dilaksanakan oleh pimpinan Polri dengan Pimpinan BNI Pusat. Sehingga wujud tindak lanjut dari petunjuk pimpinan Polri, jelasnya.

Maka dari itu, untuk peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta pengamanan dan pelayanan bidang keuangan dalam pembayaran gaji dan tunjangan kinerja kepada anggota dan PNS Polri. Hal ini akan dilakukan secara langsung ke rekening masing-masing anggota dan PNS yang bersangkutan melalui Bank Pemerintah. Salah satunya adalah BNI Ambon.

Dengan dilaksanakannya MOU ini, Kapolda mengharapkan jika PT. Bank BNI yaitu BNI Ambon dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada seluruh personil Polda Maluku dan khususnya Personil Brimob dan Maluku.

Sementara itu Ka BNI Makassar dalam sambutannya antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan MOU antara Polda Maluku dengan BNI Ambon dalam rangka kerjasama untuk menunjang pelayanan produk dan jasa perbankan bagi Kepolisian Daerah Maluku. Hal ini juga merupakan tindak lanjut kerjasama yang sudah dilakukan antara Polri dan Bank BNI yang telah ditandatangani di Jakarta, jelasnya.

Untuk itu tambahnya, pelaksanaan pembayaran transaksi perdana oleh Sat Brimobda Maluku dengan digunakan berupa kartu Debit BNI – Polri Promoter, yang mana kartu ini telah didesain khusus PROMOTER sesuai dengan visi misi Polri yaitu “Profesional, Modern, dan Terpercaya”. urainya.

Acara diakhiri dengan pemberian Cendramata dari Kapolda kepada Ka BNI Makassar, dan sebaliknya serta dilanjutkan dengan foto bersama. kegiatan berlangsung lancar dan aman.



Manjakan Warga Ambon, BNI Bagikan Pengobatan dan Sembako Gratis

Sumber: google.com


Bank BNI Ambon kini kembali memanjakan warga Ambon. Sebanyak 500 warga Kota Ambon kini bisa mendapat pengobatan gratis dari tim dokter dan perawat Kodam Pattimura yang telah disiapkan oleh BNI Ambon.

Tak hanya Bank BNI Ambon saja, Kementerian Sosial Republik Indonesia juga turut memberikan bantuan tambahan berupa 500 paket sembako. Acara Bhakti Sosial Pengobatan Umum ini digelar sebagai acara bersama antara Yayasan Pundi Amal dan Peduli Kasih SCTV/Indosiar dan BNI. Yang juga berkenaan dengan Peringatan Hari Pers Nasional itu diselenggarakan di Kantor Desa Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Maluku, Rabu (8/2/17).

Acara BNI Ambon ini juga dihadiri oleh Menteri Sosial RI Khofifa Indar Parawansa, Panglima Daerah Militer Pattimura Mayor Jenderal TNI Doni Monardo, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, dan Pemimpin BNI Wilayah Makassar Slamet Djumantoro seperti yang dilansir oleh laman Indonesiasatu.

"Untuk menjaga agar masyarakat tetap sehat,  kami memberi tambahan nutrisi untuk seluruh peserta pengobatan gratis tersebut,  seperti susu, telor, roti, dan biskuit," ujar Kiryanto, Corporate Secretary BNI.

Pada kegiatan yang dilaksanakan BNI Ambon ini, Menteri sosial menyempatkan diri berkeliling dan menyapa satu per satu warga yang hadir untuk berobat kepada dokter dan perawat yang dihadirkan panitia. Mensos menyapa dan berdialog dengan warga Hukurila yang sangat antusias bertemu dengannya.

"Saya keliling Indonesia, sudah melihat ciri khas daerah di Indonesia. Kalau di Ambon ini ada Pela Gandong. Kekayaan Indonesia ini sangat banyak, harus dipertahankan. Kegiatan sosial semacam ini harus didukung terus," kata Khofifa.


Minggu, 27 Oktober 2019

Achmad Baiquni Masih Duduki Posisi Direktur Utama Usai RUPSLB

Sumber: google.com


Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang dilaksanakan pada Jumat (30/8/2019) di Menara BNI Pejompongan, Jakarta, akhirnya menyatakan hasil akhir.

Rapat tersebut menghasilkan perombakan susunan direksi dan dewan komisaris pada tubuh perusahaan. Walau begitu, Achmad Baiquni masih menduduki posisi sebagai Direktur Utama. Yang kini Direktur Keuangan BNI dipimpin oleh Ario Bimo.



Berikut jajaran direksi BNI setelah RUPSLB:
Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah.

Mengenal Sosok Achmad Baiquni
Pada tahun 1984, Achmad Baiquni memulai karir perbankannya di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Ia juga pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Mendapatkan panggilan 'Si Bankir Bertangan Dingin', Achmad Baiquni nyatanya harus meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina pada 1992.

Ingin memiliki ilmu yang lebih tinggi, Achmad Baiquni terus mengasah ilmunya dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat, Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR di Singapura.

Bahkan Achmad Baiquni juga pernah mengikuti Retail Banking Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura, Asian Bankers Surveyor Program yang digelar oleh Bank of New York di New York Amerika Serikat.




Sumber: Liputan6.com

Selasa, 01 Oktober 2019

Melalui Proses Penjurian, Agus Mulyana Terpilih Sebagai The Most Committed GRC Leader 2019

Sumber: google.com


Penerimaan penghargaan oleh Direktur Kepatuhan bank BJB oleh Agus Mulyana dalam ajang TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019 sangat memberikan kebahagiaan  baginya dan juga semua manajemen di Bank BJB.


Agus Mulyana  di juluki sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang apresiasi di bidang manajemen risiko tersebut. setelah melalui proses penjurian yang terbilang panjang.

Dalam akun Instagram pribadinya @amulyana46,  Agus Mulyana mengatakan bahw ia bangga sekaligus merasa terhormat atas pencapaian yang berhasil ia gapai. Penghargaan ini menjadi bukti apresiasi nyata yang disematkan dewan juri kepada kinerja Amul.

Menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi saya selaku Direktur Kepatuhan bank BJB didapuk sebagai The Most Committed GRC Leader 2019.

Pola manajemen risiko yang diterapkan bank BJB selama ini terbukti berhasil memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan. Berbagai langkah pengambilan keputusan usaha yang dijalankan perbankan juga bisa terhindar dari risiko merugikan bahkan mendorong ekspansi keuntungan pada level optimal.

Beberapa Penghargaan ini diberikan setelah melalui proses penjurian yang sangat ketat oleh dewan juri yang terdiri dari berbagai pihak yang kompeten, termasuk di antaranya Majalah Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center.

Performa seperangkat indikator ukur itu menunjukkan bank BJB berada di tingkat yang Sangat Baik dalam konteks manajemen risiko, sehingga bank BJB juga mendapatkan penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars.



Sumber: ayobandung.com

Bank BJB Siap Meningkatkan Layanan Kepada Nasabah, Untuk Hadapi Era Digital

Sumber: google.com


Bank BJB kembali meraih penghargaan, Dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik, bank BJB meraih penghargaan TOP Governance, Risk & Compliance (GRC) 2019 #4 Stars. Selain itu, Direktur Kepatuhan bank BJB, Agus Mulyana dinobatkan sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang yang digelar di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Bank BJB hadir dengan jajaran manajemen baru yang akan menjawab tantangan perkembangan digital di tengah persaingan yang kian kompetitif. Jajaran direksi Bank BJB saat ini dipimpin oleh Yuddy Renaldi sebagai Direktur Utama, Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT, Treasury, dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel serta Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional.

Bank dengan kode emiten BJBR ini berhasil menorehkan kinerja positif pada Triwulan II 2019.  Dimana Bank BJB mencatatkan aset sebesar Rp120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4% year on year yang didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh 7% y-o-y. Dengan Total kredit meningkat 8,2% menjadi sebesar Rp78,2 triliun. Kinerja bisnis tersebut membuat bank BJB berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp803 miliar. ”Peningkatan layanan diharapkan menjadi pondasi bank BJB untuk mencapai visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia lewat bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama bank BJB pada sesi pemaparan kinerja dalam acara Analyst Meeting Triwulan II 2019 di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Berbagai langkah strategis ysng ditempuh Bank BJB untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah. Agus Mulyana yang juga termasuk jajaran direksi Bank BJB akan melakukan pengembangan digitalisasi produk dan layanan, dengan rencana pengembangan jangka pendek yang akan dilakukan yaitu melakukan akselerasi pembangunan beberapa produk dan layanan elektronik serta digital banking
antara lain: Pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code. Perluasan fitur dari mobile banking bank BJB termasuk BJB Digi yang lebih user friendly. Integrasi bisnis digital dengan perusahaan Fintech termasuk e-commerce.

Self service banking machine atau e-kiosk dan transaksi menggunakan chat bot. Sedangkan untuk pengembangan jangka panjang dalam digitalisasi layanan, Bank BJB dengan jajaran komisaris diisi oleh Farid Rahman sebagai Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasution dan Muhadi sebagai Komisaris, serta Fahlino F. Sjuib dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen.akan mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan Daerah dan mendukung program Smart City.

"Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada peluang dan tantangan untuk dihadapi. bank bjb siap menghadapi tantangan-tantangan baru ini dan membuktikan bahwa bank bjb merupakan bank yang adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan layanan transaksi nasabah,"  ujar Direktur Utama bank BJB Yuddy Renaldi.




Sumber: ayobandung.com

Berhasil Menjaga Catatan Perseroan, Bank BJB Raih Top GRC 2019 #4

Sumber: google.com


Penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars kini didapatkan Bank BJB setelah dinilai sangat baik dalam menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan.

Bahkan Bank BJB berhasil menerapkan pola manajemen risiko yang dinanungi oleh Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen risiko dengan terbukti memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan. Bank BJB berhasil menjaga Catatan perseroan pada Semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61%.

Sementara itu, rasio Net Interest Margin (NIM) bank BJB berada pada level 5,7% atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%. Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank BJB berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.

Tentunya, langkah positif pengelolaan risiko perusahaan ini juga diakui berbagai pihak yang kompeten, termasuk di antaranya Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center yang saling bekerja sama memberikan penghargaan TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019.

Tak hanya Bank saja, Agus Mulyana juga mendapat penghargaan di acara ini. Direktur Kepatuhan Bank BJB Agus Mulyana juga didapuk sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang ini.

"bank bjb menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, M. As'adi Budiman.

Bank BJB sendiri selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya. Dimana penerapan sistem tata kelola ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menghindari potensi fraud yang merugikan berbagai pihak dari beragam aspek.

GCG Bank BJB telah terbukti bekerja dengan baik dan beberapa kali membuat perbankan diganjar penghargaan, tak terkecuali dari lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).




Sumber: ayobandung.com

Agus Mulyana Jabat Dirut Bank BJB, Ridwan Kamil: Posisi Dirut Tidak Boleh Kosong

Sumber: google.com


Terkait dengan pelaksana tugas (plt), dipilih Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) sebagai pelaksana tugas (plt) Direktur Utama (Dirut) dengan diberhentikannya Ahmad Irfan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).


Selain menetapkan untuk pelaksana tugas, RUPSLB ini juga membuka seleksi untuk para calon Dirut baru until menjalankan visi baru perseroan menjadi agen pembangunan daerah pun untuk bisa meningkatkan penetrasi kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Dirut baru hasil fit and proper test akan dilantik Maret (2019) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Tetapi sesuai ketentuan OJK, posisi dirut tidak boleh kosong. Jadi ada rangkap jabatan oleh direktur kepatugan sebagai plt dirut," ucap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (11/12).

Telah disetujuinya bahwasanya akan ada perubahan pengurus Perseroan yakni dengan memberhentikan dengan hormat Ahmad Irfan yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama Bank BJB sudah berhenti sejak ditutupnya Rapat dan Pemberhentian Agus Gunawan selaku Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB yang wafat pada tanggal 9 November 2018.

Dalam rapat tersebut juga pemegang saham sudah menyetujui bahwa pemberhentian secara hormat Klemi Subiyantoro selaku Komisaris Utama Independen Bank BJB dan juga dua Komisaris Independen Bank BJB Rudhyanto Mooduto dan Suwarta.

Sementara itu, tugas dan tanggung jawab Direktur Komersial dan UMKM perseroan akan diambil alih oleh Suartini selaku Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB.

Untuk para pengurus yang lainnya yang tidak mengalami perubahan yakni Nia Kania yang menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Fermiyanti yang menjabat sebagai Direktur Operasional serta dua orang lainnya adalah Muhadi yang menjabat sebagai Komisaris Bank BJB dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen Perseroan.

"Mendapat mandat RUPS merangkap sebagai dirut. Hal biasa dalam organisasi. Saya akan terus menjalankan program-program yang sudah dibangun oleh Pak Ahmad Irfan, dan akan memerbaiki jika ada kekurangan," tukas Agus Mulyana.

Sudah dari bulan Mei tahun 2015 Agus Mulyana sudah menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank BJB. Lahir pada tahun 1964 di Bandung, Agus Mulyana sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB di periode 2014-2015, dan juga pemimpin Kantor Wilayah III Bank BJB selama tahun 2013-2014.


Sumber: infobanknews.com