![]() |
| Sumber: google.com |
Perusahaan layanan taksi daring yang berasal dari Amerika,
Uber Technologies Inc., mengancam akan menarik diri dari Kawasan Austria jika
peraturan hukum baru mengenai penyetaraan tarif dengan taksi konvensional
diterapkan.
"Jika hal itu terjadi, maka penarikan Uber tidak bisa
dikesampingkan," kata pimpinan Uber Austria, Martin Essl, kepada ORF Radio
yang dikutip dari Reuters, Rabu (19/6/2019).
Dia menambahkan, "kami mungkin tidak dapat melanjutkan
Uber dengan adanya perubahan hukum yang malah mundur ke belakang ini."
Peraturan hukum yang baru saja dibuat tersebut kemungkinan
bisa lolos di parlemen pada awal Juli dan akan mulai diterapkan kembali pada
September tahun depan.
Saat ini, peraturan yang berbeda diterapkan kepada taksi dan
mobil sewaan di Austria. Uber ikut termasuk ke dalam kategori layanan penyewaan
mobil, sehingga bisa menyesuaikan dengan tarif sendiri, sementara tarif taksi
sudah ditentukan oleh pemerintah provinsi.
Industri taksi melakukan persaingan yang cukup keras dengan
Uber, yang dituduh telah merusak model bisnis mereka. Uber bahkan sempat
ditangguhkan selama dua hari pada tahun yang lalu di negara tersebut akibat
gugatan dari perusahaan taksi lokal.
Layanan baru kembali diizinkan untuk beroperasi setelah Uber menjamin bahwa pemesanan akan dilakukan secara terpusat oleh sistem, bukan
langsung ke pengemudi, serta mobil yang dipesan dikirim dari perusahaan dan
akan kembali setelah menyelesaikan pesanan.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar